Daftar Perguruan Tinggi Di Beberapa Wilayah Kota Tangerang

Daftar Perguruan Tinggi Di Beberapa Wilayah Kota Tangerang

Perkembangan ekonomi kota Tangerang Selatan khususnya di bidang perdagangan, jasa dan real estate dapat dikatakan sangat pesat. Selain produk lokal yang dijual di wilayah tersebut, pengembang besar sedang mengembangkan wilayah dengan peralatan perkotaan yang lengkap.

Oleh karena itu tidak mengherankan jika selama ini banyak mall dan mall kelas dunia yang mulai menghiasi jalan-jalan utama Tangerang Selatan. Beberapa pengembang asing mulai mengembangkan real estate, seperti apartemen atau rumah dijual untuk tujuan komersial, yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Di bidang pendidikan, wilayah selatan Tangeranga diisi oleh sekitar dua puluh perguruan tinggi, seperti Institut Teknologi Indonesia (ITI), Swiss German University (SGU), BINUS, STIE Multimedia Nusantara, Prasetiya Mulya dan lain-lain. Layanan ini juga menarik untuk proyek perumahan di wilayah tersebut.

Harga rumah lebih masuk akal untuk dijual untuk pendidikan

Aktivitas real estate di Tangerang Selatan berkembang pesat antara tahun 2012 dan 2014. Selama periode ini, harga rumah dapat meningkat secara signifikan dalam jangka pendek. Nyatanya, sangat sulit menemukan harga jual rumah seharga Rp 1 miliar di pasar penjual.

Sejak 2015, ketika siklus pasar real estat berubah, pasokan apartemen menjadi sulit bagi pengembang. Permintaan mulai menurun dan harga rumah yang dijual mulai menyesuaikan. Beberapa rumah yang dijual dengan harga tinggi (terlalu mahal) menjadi sulit ditemukan. Investor juga menahan diri untuk melakukan jual beli, dan pasar domestik di Tangerang Selatan mulai “dikuasai” oleh konsumen akhir.

Kini pasar pengembang dalam negeri kembali ke “dunia nyata”. Pengembang telah mulai menjual rumah seharga kurang dari satu miliar rupee untuk menghubungkan produk ke kantong pelanggan. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak rumah telah ditawarkan untuk dijual dengan harga mulai dari 400 juta hingga satu miliar rupiah. Sebagian besar pelanggan adalah pengguna akhir muda (milenial) dan keluarga muda.

Mengembangkan produk nasional sebagai pendidikan

Daftar Perguruan Tinggi Di Beberapa Wilayah Kota Tangerang

Untuk menyesuaikan harga jual produknya, pengembang juga berinovasi dengan mengembangkan produk nasional yang lebih sesuai dengan daya beli masyarakat. Untuk itu pihak pengembang telah mengurangi luas lahan untuk dijual. Paramount Land seluas kurang lebih 60 m2 menawarkan untuk dijual rumah dua lantai di kawasan perumahan Hading-Serpong seharga Rp 700 juta. Sinar Mas Land juga melihat trik serupa dengan menjual rumah seharga Rp 900 juta di Savia Cluster Park, BSD.

Di saat ada pasar pelanggan saat ini – dengan krisis COVID-19 – beberapa pengembang di Tangerang Selatan menawarkan penjualan door-to-door. Tentunya ini satu-satunya kesempatan bagi konsumen untuk mendapatkan rumah idaman murah dengan banyak tips dan promosi yang menarik.

Teras dari COVID-19 untuk pendidikan masyarakat

Pada triwulan pertama tahun 2020, pasar perumahan primer di Tangerang (Kota Tangerang, Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang) berdampak signifikan terhadap wabah COVID-19. Berdasarkan kajian Real Estate Watch Indonesia (IPW), pasar penjualan domestik di Tangerangi mengalami penurunan yang cukup tajam dibandingkan kuartal terakhir tahun 2019 baik dari segi jumlah apartemen maupun harga transaksinya.

Padahal, sejak awal tahun 2020, banyak developer di Tangerang yang optimistis dengan harga rumah yang mereka jual. Hal ini mengindikasikan adanya kenaikan harga jual rata-rata, meningkat sekitar 2,21%.
Namun, ia menambahkan, tren pasar perumahan yang sudah cukup baik di awal tahun 2020 kembali turun pada pertengahan kuartal I 2020. Dipercaya bahwa salah satu faktor utama penurunan tersebut adalah dampak COVID- 19 wabah, menyebabkan reaksi pasar negatif.

Penurunan yang sangat tajam di segmen domestik

IPW mencatat, penjualan real estat residensial di wilayah Tangerang turun tajam pada kuartal pertama tahun 2020, menjadi 49,6%. Sementara itu, penurunan jumlah rumah yang terserap pasar di wilayah Tangerang mencapai 49,3%.

Tidak hanya pasar real estat bagi investor yang jatuh, tetapi pasar pengguna akhir yang dianggap sebagai segmen murah juga merosot tajam. Hal ini dibuktikan dengan penurunan yang sangat tajam di segmen domestik yang menjual 300 juta kuna, dan di segmen domestik lebih dari satu miliar atau berkurang 62,4% atau 45,2%. Sementara segmen rumah dijual Rp 300-500 juta, lebih rendah 32,5%, dan segmen domestik penjualan rupiah.

Share Post

Comments are closed.